Ayah, Seorang yang Tangguh di Mataku

Ayah, Seorang yang Tangguh di Mataku Ayah, namamu menggetarkan uratku baru sekarang aku tahu segala pengorbanan yang telah engkau beri dimalammalam sunyi pula aku merenung diri kebaikan macam apa yang bisa kuberi Ayah, namamu sangat harum kusematkan dalam ruang rindu segala sesuatu engkau mencarinya demi anakmu ini berkilokilo keringat engkau cucurkan setiap hari untuk diriku, siapa lagi? Ayah, dibalik kulit yang telah kering, engkau terlalu tangguh buatku tulangtulang dan tenaga yang melemah tiada menghalangi gurat wajah yang tak asing dimataku kini kupatri dalam sisasisa hidupku nanti dan......
 

Battle Poetry: Seperti Lelaguan

Battle Poetry: Seperti Lelaguan mencintaimu, seperti mencintai sebuah lelaguan yang kusuka ada geletar apa didalam darah berdebardebar memunculkan gairah tentang kerinduan yang terpendam ingin bersua kadang dirimu terlalu asing dan dalam hati tak yakin seperti mengejar layanglayang yang terputus oleh persaingan kapan rindu berkesudahan ? mungkin kamu memang layang-layang itu yang terputus.. kukejar.. dan ingin kumainkan kembali.. mungkin rindu itu sendiri adalah jelmaan lain dari layang-layang.. ditarik ulur.. kadang muncul.. kadang menghilang aku hanya ingin berucap kata sederhana saja......
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. The Kalongs Family - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger